Gambar 1

TOULOUSE, ANTARA KLASIK DAN MODERN (Part 1)

UNESCO (United Nation Educational, Scientific and Cultural Organisation) merupakan organisasi di bawah naungan PBB yang membawahi pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan. Hampir setiap tahunnya UNESCO merilis situs-situs yang menjadi warisan dunia (world heritage list). Perancis merupakan negara nomor empat di dunia dengan jumlah situs terbanyak, yaitu 41 tempat setelah Italia (51), China (48) dan Spanyol (44). Ada dua tempat warisan dunia di kota Toulouse yang sempat penulis kunjungi, yaitu canal du midi dan gereja Basilica St. Sernin.

Gambar 1Characteristic building at Toulouse City with it’s terra cotta brick

Terletak di daerah Midi Pyrenees di Selatan Perancis, Toulouse merupakan kota terbesar keempat di Perancis setelah Paris, Marseille dan Lyon. Pink City (la Ville Rose) adalah sebutan untuk kota tersebut sejak dahulu kala dikarenakan tembok batu bata bangunan kebanyakan berwarna pink. Mungkin mereka biasa menyebut warna merah batu bata tersebut dengan warna pink agar kelihatan lebih romantis. Akan tetapi penulis lebih suka menyebutnya dengan City of Aerospace (Kota Dirgantara) dikarenakan terdapat dua pabrik pesawat terbang terkenal yang terdapat di kota tersebut, yaitu Airbus dan ATR. Anda yang sering bepergian menggunakan pesawat terbang pastilah pernah naik pesawat Airbus atau ATR. Airbus adalah pesawat jenis jet sedangkan ATR merupakan pesawat turboprop (baling-baling). Kantor pusat Airbus dan ATR letaknya berseberangan di daerah Blagnac sekitar bandara Toulouse.

Gambar 2Airbus Tail as an icon at Blagnac Circle, Toulouse

ATR (Avions de transport regional) merupakan perusahaan patungan antara Aerospatiale (Group Airbus) dengan Alenia Aermacchi (Group Finmeccanica Italia). Jadi bisa dikatakan ATR merupakan anak perusahaan Airbus. ATR Dengan produk terlarisnya ATR 42 dan ATR 72 pada bulan Mei 2012 sudah memproduksi 1,000 buah pesawat terbang yang merupakan rekor terbanyak pesawat terbang turboprop yang masih diproduksi. Booming di industri penerbangan tersebut membuat jumlah penduduk kota Toulouse meningkat secara signifikan dengan persentase pertambahan penduduknya 3 kali lebih besar dibandingkan kota Paris.                        

Gambar 3Airbus Factory seen from ATR Headquarter

Airbus merupakan konsorsium pembuat pesawat terbang dari negara Inggris, Perancis, Jerman dan Spanyol yang berkantor pusat di Toulouse. Secara umum, sayap dan roda pendarat dibuat di Inggris, ekor dan pintu di Spanyol, fuselage (badan) di Jerman, hidung dan bagian tengah serta final Assembly (perakitan) untuk A320, A350 dan A380 di Toulouse. A320 merupakan pesawat produksi Airbus terlaris, dengan 3.989 unit yang telah dikirim ke konsumen. Di Indonesia, pesawat A320 banyak dipakai oleh maskapai Air Asia dan Citilink. Untuk mengangkut berbagai bagian pesawat tersebut ke kota Toulouse digunakan pesawat transport Beluga A300-600 ST yang bentuknya mirip ikan paus.

Seandainya pada saat krismon tahun 1998 dulu IMF tidak ikut campur tangan terhadap Indonesia untuk berhenti mendanai IPTN Bandung, kita mungkin bisa menjadi kandidat pesaing ATR dan Airbus. Pesawat N-250 merupakan pesawat propeller produksi IPTN yang mirip dengan pesawat ATR 42/72 sedangkan N-2130 merupakan pesawat jet yang mirip dengan Airbus. Pesawat N-250 sudah mempunyai 2 prototipe dan terbang perdana pada tahun 1995. Sedangkan pesawat N-2130 masih dalam bentuk blue print.

Untuk melihat proses pembuatan pesawat terbang, kita bisa mengikuti tur di pabrik Airbus Blagnac, Toulouse sekalian mengunjungi Aeroscopia Museum dengan harga tiket 23 . Museum penerbangan yang dibuka awal 2015 tersebut bertujuan untuk melestarikan sejarah penerbangan serta meningkatkan ketertarikan terhadap dunia penerbangan, science dan teknologi. Di museum tersebut pengunjung bisa memasuki ruang kokpit atau kabin pesawat yang melegenda seperti Concorde dan pesawat transport NASA “Super Guppy” dengan empat buah propellernya yang mampu memuat 2 pesawat jet.

Gambar 4Restaurant’s Ship on Canal Du Mindi located near Matabiau Train Station

Salah satu hasil karya kota Toulouse yang menggambarkan kemajuan bangsa Perancis di Abad ke-17 adalah Canal Du Midi. Dalam rangka memperpendek 3.000 km jalur perdagangan dengan menggunakan kapal apabila memutar melewati selat Gibraltar dibangunlah terusan (Canal) yang akan menghubungkan Samudera Atlantik di utara Perancis dengan Laut Mediterania di Selatan Perancis dan melewati kota Toulouse. Canal du midi yang artinya terusan di antara dua laut tersebut mulai dibangun pada tahun 1667 dan digunakan sebagai sarana transportsi pada Mei 1683. Canal tersebut memiliki panjang 241 km menghubungkan kota Toulouse dengan kota Sete di tepi laut Mediterania.

Pada tahun 1838 dibangun lagi Canal de Garonne sepanjang 193 Km yang menghubungkan kota Toulouse dengan Castets en dorthe. Pertemuan antara canal du midi dengan canal de Garonne letaknya di seberang hotel Ibis Toulouse atau 2 Km dari stasiun kereta api Matabiau. Dari Castets en dorthe, Canal tersebut tersambung dengan Sungai Garonne melewati kota Bordeaux sampai Samudera Atlantik. Pembangunan Canal tersebut selesai pada tahun 1856 yang berarti mimpi bangsa perancis menghubungkan laut mediterania dan Samudera Atlantik dengan membangun canal sepanjang 434 Km tercapai sudah.

Bandingkan dengan terusan suez di Mesir yang memiliki panjang 163 Km dan dibuka pada tahun 1869 atau terusan panama dengan panjang 83 Km dan dibuka tahun 1914. Terusan Suez juga dibangun oleh Insinyur asal Perancis bernama Ferdinand de Lesseps. Kedua terusan tersebut bertujuan untuk memperpendek jalur pelayaran agar tidak mengitari benua afrika sejauh 21,000 Km (Terusan Suez) maupun mengitari amerika latin sejauh 13,000 Km (Terusan Panama). Bisa dibilang Canal du Midi merupakan cikal bakal pembangunan canal di dunia terutama untuk memecahkan masalah perbedaan ketinggian permukaan air yang pada waktu itu menjadi kendala utama.

Saat ini Canal Du Midi dipergunakan untuk pariwisata, sumber pengairan pertanian, serta sumber air minum. Sedangkan untuk transportasi barang dan penumpang menggunakan kereta api karena lebih murah dan efisien. Dengan lebar kanal yang hanya 20 m dan kedalaman 2 m, kanal tersebut tidak bisa dilalui oleh kapal besar. Selain Perancis, negara di eropa lainnya yang banyak terdapat canalnya adalah Belanda dan Jerman. Seperti Europa Canal sepanjang 171 Km yang berada di Jerman menghubungkan sungai Rhine dan Sungai danube untuk jalur pelayaran 3.500 Km antara laut utara di Belanda dengan Laut hitam di perbatasan Ukrania dan Rumania. Kalau di Jakarta, terusan (Canal) tersebut berfungsi untuk mencegah terjadinya banjir seperti di Banjir Kanal Timur (BKT) maupun Banjir Kanal Barat (BKB). Seandainya kedua kanal di ibu kota tersebut difungsikan juga sebagai sarana transportasi sungai, kemacetan tentu akan bisa dikurangi. (Bersambung)

_______________________________________

TOULOUSE, MIXED OF CLASSIC AND MODERN (Part 1)

UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation) is an organization under the authority of the United Nations in charge of education, science and culture. Almost every year, UNESCO released the world heritage list. France is the fourth country in the world with the highest number of sites, ie 41 places after Italy (51), China (48) and Spain (44). There are two places of the world heritage in Toulouse city where the writer visited, the canal du midi and the catedral Basilica St. Sernin.

Situated at the Midi Pyrenees region in the South of France, Toulouse is the fourth largest city in France after Paris, Marseille and Lyon. Pink City (la Ville Rose) is the name for the city since a long time ago due mostly brick buildings is pink. Maybe they used to call the red colour brick with the pink colour to make it more romantic. But the writer prefers to call the City of Aerospace because there are two famous aircraft factory located in the city, namely Airbus and ATR. For you who often traveling by plane must be familiar with Airbus or ATR. Airbus is a jet aircraft while the ATR is turboprop. Airbus and ATR headquarters located opposite each other in the area around the Blagnac Toulouse airport.

ATR (Avions de Transport Regional) is a joint venture between Aerospatiale (Airbus Group) with Alenia Aermacchi (Finmeccanica Group Italia). We can say ATR is a subsidiary of Airbus. ATR with its best-selling product ATR 42 and ATR 72 in the month of May 2012 has already produced 1,000 airplanes, the highest record turboprop aircraft which is still being produced. The booming in the aviation industry made the population of the Toulouse city to increase significantly with the percentage increase of the population three times larger than the city of Paris.

Airbus is a consortium of aircraft manufacturers from the United Kingdom, France, Germany and Spain headquartered in Toulouse. In general, the wings and landing gear were made in England, the tail and doors in Spain, the fuselage in Germany, the nose, mid fuselage and final Assembly for the A320, A350 and A380 in Toulouse. A320 is Airbus’s best-selling production aircraft, with 3,989 units have been delivered to customers. In Indonesia, the A320 is widely used by budget airline AirAsia and Citilink. To transport the various parts of the plane to the city of Toulouse used Beluga A300-600 ST transport airplane that looks like a whale.

Supposed at the time of financial crisis in 1998 the IMF had not intervened to Indonesia to stop funding IPTN Bandung, we might be competitor both ATR and Airbus. N-250 aircraft is a turboprop aircraft produced by IPTN which is similar to the ATR 42/72, while the N-2130 is a jet aircraft which is similar to the Airbus. Turboprop Aircraft N-250 already has two prototype and first flew in 1995. The N-2130 aircraft is still in the form of a blue print.

To see the process of aircraft manufacturing, we can follow the tour at the Airbus plant Blagnac, Toulouse and concurrently visited Aeroscopia Museum with ticket price € 23. Aviation museum, which was opened early 2015, aimed to preserve the history of aviation and increasing the interest in the world of aviation, science and technology. In the museum visitors can enter the cockpit or cabin legendary aircraft such as the Concorde and air transport NASA’s “Super Guppy” with four propeller which is able to carry up to two jets.

One of the heritage of Toulouse which described the progress of the French in the 17th century is the Canal Du Midi. In order to shorten the 3,000 km of track trade by ship through the Strait of Gibraltar the canal was built to connects the Atlantic Ocean (the north of France) to Mediterranean Sea (the South of France) via the city of Toulouse. Canal du midi which means the canal between the two seas was built in 1667 and used as a means transportasion on May 1683. The Canal has a length of 241 km connecting the city of Toulouse with the seaside town of Sete on the Mediterranean.

In 1838 Canal de Garonne was built along the 193 Km that connects the city of Toulouse to Castets en Dorthe. The meeting between the canal du midi with canal de Garonne is located opposite the hotel Ibis Toulouse or 2 Km from the train station Matabiau. From Castets en Dorthe, the Canal connects the Garonne River through the city of Bordeaux to the Atlantic Ocean. Canal construction was completed in 1856 which means the dream of the French nation connecting the Mediterranean sea and the Atlantic ocean to build a canal along the 434 Km already achieved.

Compare with canal Suez in Egypt which has a length of 163 km and was opened in 1869 or panama canal with a length of 83 km and was opened in 1914. The Suez Canal was also built by the French engineer named Ferdinand de Lesseps. Both of these canals aims to shorten the shipping lines that do not go around the African continent as far as 21,000 kilometers (the Suez Canal) and circled Latin America as far as 13,000 kilometers (the Panama Canal). Arguably the Canal du Midi is the pioneer of the canal construction in the world, especially to solve the problem of the difference water surface elevation as a major obstacle at that time.

Canal Du Midi is currently used for tourism, a source of irrigation, water for farming and drinking water sources. As for the transport of goods and passengers by rail because it is cheaper and efficient. With a width of the canal only 20 m and a depth of 2 m, the channel can not be passed by a large ship. Besides France, other European countries in which there are many canals are the Netherlands and Germany. As Europa Canal along 171 Km residing in Germany connecting the river Rhine and the river danube to the cruise lines 3,500 Km between the North Sea in the Netherlands with the Black Sea in the border of Ukraine and Romania. If in Jakarta, canal only used to prevent flooding such as in the East Canal and the West d Canal. Should these canals in the Jakarta capital functioned also as a means of river transport, the traffic density on the road could be reduced. (To be Continued)